Selasa, 20 September 2016

Program Anak Laki2 atau Perempuan

Pendahuluan

Jenis kelamin anak ditentukan oleh spermatozoa yang ada pada cairan sperma, spermatozoa X penentu anak perampuan dan spermatozoa Y penentu anak laki-laki.

Ada beberapa cara dalam usaha merencanakan jenis kelamin anak, diantaranya yang dapat dilakukan oleh suami, dilakukan oleh istri dan ada juga yang menggunakan bantuan tabel kalender cina. 

Sebelumnya untuk merencanakan jenis kelamin anak pahamilah terlebih dahulu mengenai sifat-sifat spermatozoa X dan Y yang akan saya sajikan di bawah ini.

Sifat-sifat spermatozoa X (Perempuan)
  • Lebih banyak dari kromosom Y
  • Lebih tahan hidup dari kromosom Y (dapat bertahan sampai 3 hari)
  • Tidak lebih gesit dari kromosom Y
  • Lebih tahan asam dari kromosom Y
  • Tidak tahan basa
Sifat-sifat spermatozoa Y (Laki-laki)
  • Jumlahnya lebih sedikit dari kromosom X
  • Lebih gesit dari kromosom X
  • Lebih cepat mati dari kromosom X
  • Tidak tahan terhadap asam
  • Lebih tahan basa
Setelah faham sifat-sifat spermatozoa yang didapat dari laki-laki (suami) selanjutnya pahami juga faktor-faktor dari perempuan (istri). Diantaranya adalah...
  1. Ovulasi, ovulasi adalah lepasnya sel telur dan siap untuk dibuahi, yang lebih dikenal dengan masa subur. 
  2. Menyiapkan keadaan keasaman vagina.

Nah, berikut ini beberapa cara yang dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi Anda selama dalam masa konsepsi :
1. Faktor makanan 
  • Bayi perempuan : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkaline seperti beras merah (atau bisa diganti dengan beras putih organik yang direbus dengan kaldu sayuran), sayuran hijau, buah-buahan, susu, mentega, madu, spirulina, dan putih telur. Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam seperti daging dan seafood. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi perempuan, maka kondisi vagina harus dalam keadaan asam sehingga sperma X dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur dan sperma Y tidak dapat bertahan lama dan dapat mati dengan sendirinya.
  • Bayi laki-laki : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam (lihat contoh sebelumnya). Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi laki-laki, kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga sperma Y dapat bertahan lebih  lama untuk membuahi sel telur.
2. Faktor hubungan seksual 
  • Bayi perempuan : Disarankan untuk sering melakukan hubungan seksual jauh sebelum masa ovulasi tiba (sebelum haid), tanpa rangsangan sebelumnya, penetrasi yang tidak dalam, dan posisi istri berada di atas suami saat berhubungan seks. Ketika berhubungan seks, rangsangan yang diterima oleh wanita menyebabkan kondisi vagina menjadi basa. Dan bila kondisi vagina menjadi basa, sperma X tidak dapat bertahan lama. Karena itulah disarankan untuk menghindari rangsangan agar kondisi vagina menjadi tetap asam dan sperma X bisa bertahan lebih lama. 
  • Bayi laki-laki : Disarankan untuk melakukan hubungan seksual sesering mungkin di masa ovulasi (dekat dengan sebelum haid dan segera setelah haid selesai), dengan rangsangan sebelumnya, penetrasi dilakukan dengan dalam, ejakulasi setelah istri mendapatkan orgasme, dan posisi istri berada di bawah suami saat berhubungan seks. Jika menginginkan bayi laki-laki, maka kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga disarankan agar istri mendapatkan rangsangannya (orgasme) sehingga sperma Y dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur.
Bantuan tabel kalender cina

Baca juga solusi untuk yang susah mendapatkan keturunan, klik disini

Trimakasih telah bersedia mampir dan saya nitip doa untuk anak saya Dzakira Aqila Sakhi semoga menjadi perempuan yang selalu ingat dengan ALLAH, cerdas dan rendah hati sesuai dengan namanya. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar