Rabu, 21 September 2016

Solusi untuk yang susah mendapatkan keturunan

Bismillahirohmanirrohim,,,

Pada postingan sebelumnya saya berbicara mengenai usaha2 yang dapat dilakukan untuk program anak laki-laki atau perempuan. dan sekarang saya akan berbicara mengenai solusi untuk yang susah mendapatkan keturunan.


Meskipun sudah sekian lama menikah namun belum juga mendapatkan keturunan, janganlah langsung berfikir yang terlalu jauh dan pesimis. Tetaplah optimis dan yakin sembari terus berusaha dan berdo'a tentunya.

Pendahuluan
Bagaimanakah caranya agar bisa hamil? Mungkin ini pertanyaan yang sering ditanyakan !
Untuk dapat hamil tentunya memerlukan 2 hal yang tidak bisa terpisahkan, yaitu adanya sperma yang sehat dan adanya sel telur yang telah siap dibuahi. Meskipun sudah terdapat 2 hal tersebut jika pertemuan diantara keduanya tidak pernah terjadi maka kehamilan juga tidak akan pernah terjadi.
Kesimpulan
Kehamilan hanya akan terjadi jika terjadi pertemuan antara sel telur yang telah siap untuk dibuahi (matang) dengan sperma yang sehat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan
  • Sel telur yang telah matang dapat bertahan (menunggu untuk dibuahi) sampai 3 hari.
  • Sperma dapat bertahan sampai dengan 2 hari
  • Jangan lakukan hubungan setiap hari (meskipun dalam masa subur) karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kwalitas sperma, lakukanlah 3 hari sekali atau maksimal 2 hari sekali.
  • Tetaplah tenang dan jaga psikologis baik suami ataupun istri agar tidak mengganggu proses normal sistem reproduksi anda yang sedang berjalan.
Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan
  • Saat wanita dalam masa subur
Cara menghitung masa subur
1. Siklus haid teratur
  • Perkiraan sel telur telah lepas dari ovarium dan siap untuk dibuahi (ovulasi) terjadi pada hari ke 14 sebelum haid berikutnya, dan masa subur itu terhitung dari 1 hari sebelum dan 1 hari sesudah ovulasi. berikut saya berikan tabelnya.

Tabel Masa Subur

Siklus HaidOvulasiPerkiraan Masa Subur
 22 Hari ke- 8 Hari ke 7-9
 23 Hari ke- 9 Hari ke 8-10
 24 Hari ke- 10 Hari ke 9-11
 25 Hari ke- 11 Hari ke 10-12
 26 Hari ke- 12 Hari ke 11-13
 27 Hari ke- 13 Hari ke 12-14
 28 Hari ke- 14 Hari ke 13-15
 29 Hari ke- 15 Hari ke 14-16
 39 Hari ke- 16 Hari ke 15-17
 31 Hari ke- 17 Hari ke 16-18
 32 Hari ke- 18 Hari ke 17-19
 33 Hari ke- 19 Hari ke 18-20
 34 Hari ke- 20 Hari ke 19-21
 35 Hari ke- 21 Hari ke 20-22
 36 Hari ke- 22 Hari ke 21-23

2. Siklus haid tidak teratur
  • Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur dibutuhkan data minimal 4 siklus haid sebelumnya, dengan tujuan untuk mencari siklus haid terpanjang dan siklus haid terpendek. Cara menghitungnya yaitu: siklus haid terpendek dikurangi 18 dan siklus haid terpanjang dikurangi 11. Hasilnya adalah rentang masa subur Anda, Misalnya, siklus haid terpendek 25 (25-18=7) dan siklus haid terpanjang 36 (36-11=25), berarti masa subur Anda antara hari ke-7 hingga hari ke-25. Rentang masa subur ini sangat panjang sehingga sulit menentukan kapan tepatnya terjadi Ovulasi.

Untuk semakin memperkuat prediksi hari paling subur, Anda dapat menggunakan beberapa indikator lain seperti:
Suhu basal tubuh meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu normal adalah 35,5 – 36.6 derajat celcius. Namun jika suhu tubuh Anda naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, ini dapat berarti Anda telah mengalami ovulasi dalam 1 – 2 hari terakhir.
Adanya lendir dari mulut rahim. Lendir dapat terjadi mulai dari yang kental, basah, hingga yang kental, semi-transparan. Perubahan lendir ini menunjukkan perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda apakah ovulasi segera terjadi. Anda disebut berada pada masa sangat subur ketika cairan ini berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Cairan inilah yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju tuba falopi untuk bertemu sel telur.
Nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung. Beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasi. Rasa sakit ini sebenarnya dapat menjadi salah satu tanda untuk membantu mendeteksi masa paling subur.
Perasaan lebih bergairah. Sebagian wanita merasakan lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.
Baca juga cara program anak laki-laki atau perempuan, klik disini

TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR...TETAP SEMANGAT DAN SELALU BERDO'A...SEMOGA LEKAS MENDAPAT KETURUNAN YANG DI IDAM-IDAMKAN, AAMIIN.
JIKA ADA YANG INGIN DITANYAKAN SILAHKAN DI KOLOM KOMENTAR.

Selasa, 20 September 2016

Program Anak Laki2 atau Perempuan

Pendahuluan

Jenis kelamin anak ditentukan oleh spermatozoa yang ada pada cairan sperma, spermatozoa X penentu anak perampuan dan spermatozoa Y penentu anak laki-laki.

Ada beberapa cara dalam usaha merencanakan jenis kelamin anak, diantaranya yang dapat dilakukan oleh suami, dilakukan oleh istri dan ada juga yang menggunakan bantuan tabel kalender cina. 

Sebelumnya untuk merencanakan jenis kelamin anak pahamilah terlebih dahulu mengenai sifat-sifat spermatozoa X dan Y yang akan saya sajikan di bawah ini.

Sifat-sifat spermatozoa X (Perempuan)
  • Lebih banyak dari kromosom Y
  • Lebih tahan hidup dari kromosom Y (dapat bertahan sampai 3 hari)
  • Tidak lebih gesit dari kromosom Y
  • Lebih tahan asam dari kromosom Y
  • Tidak tahan basa
Sifat-sifat spermatozoa Y (Laki-laki)
  • Jumlahnya lebih sedikit dari kromosom X
  • Lebih gesit dari kromosom X
  • Lebih cepat mati dari kromosom X
  • Tidak tahan terhadap asam
  • Lebih tahan basa
Setelah faham sifat-sifat spermatozoa yang didapat dari laki-laki (suami) selanjutnya pahami juga faktor-faktor dari perempuan (istri). Diantaranya adalah...
  1. Ovulasi, ovulasi adalah lepasnya sel telur dan siap untuk dibuahi, yang lebih dikenal dengan masa subur. 
  2. Menyiapkan keadaan keasaman vagina.

Nah, berikut ini beberapa cara yang dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi Anda selama dalam masa konsepsi :
1. Faktor makanan 
  • Bayi perempuan : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkaline seperti beras merah (atau bisa diganti dengan beras putih organik yang direbus dengan kaldu sayuran), sayuran hijau, buah-buahan, susu, mentega, madu, spirulina, dan putih telur. Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam seperti daging dan seafood. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi perempuan, maka kondisi vagina harus dalam keadaan asam sehingga sperma X dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur dan sperma Y tidak dapat bertahan lama dan dapat mati dengan sendirinya.
  • Bayi laki-laki : Selama dalam masa konsepsi, suami disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam (lihat contoh sebelumnya). Sedangkan istri disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline. Ini disarankan karena jika menginginkan bayi laki-laki, kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga sperma Y dapat bertahan lebih  lama untuk membuahi sel telur.
2. Faktor hubungan seksual 
  • Bayi perempuan : Disarankan untuk sering melakukan hubungan seksual jauh sebelum masa ovulasi tiba (sebelum haid), tanpa rangsangan sebelumnya, penetrasi yang tidak dalam, dan posisi istri berada di atas suami saat berhubungan seks. Ketika berhubungan seks, rangsangan yang diterima oleh wanita menyebabkan kondisi vagina menjadi basa. Dan bila kondisi vagina menjadi basa, sperma X tidak dapat bertahan lama. Karena itulah disarankan untuk menghindari rangsangan agar kondisi vagina menjadi tetap asam dan sperma X bisa bertahan lebih lama. 
  • Bayi laki-laki : Disarankan untuk melakukan hubungan seksual sesering mungkin di masa ovulasi (dekat dengan sebelum haid dan segera setelah haid selesai), dengan rangsangan sebelumnya, penetrasi dilakukan dengan dalam, ejakulasi setelah istri mendapatkan orgasme, dan posisi istri berada di bawah suami saat berhubungan seks. Jika menginginkan bayi laki-laki, maka kondisi vagina harus dalam keadaan basa, sehingga disarankan agar istri mendapatkan rangsangannya (orgasme) sehingga sperma Y dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur.
Bantuan tabel kalender cina

Baca juga solusi untuk yang susah mendapatkan keturunan, klik disini

Trimakasih telah bersedia mampir dan saya nitip doa untuk anak saya Dzakira Aqila Sakhi semoga menjadi perempuan yang selalu ingat dengan ALLAH, cerdas dan rendah hati sesuai dengan namanya. Aamiin.

Senin, 19 September 2016

Imunisasi Tetanus pada Ibu Hamil



IMUNISASI TETANUS PADA IBU HAMIL


Penyuntikan TT

Tetanus disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang kemudian menyerang sistem saraf pusat. Penderita mengalami kejang otot serta diikuti kesulitan menelan dan bahkan bernafas.
Tetanus khususnya beresiko pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan bantuan dukun bayi di rumah dengan peralatan yang tidak steril. Mereka juga beresiko ketika alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk menutup luka bekas potongan.
Upaya pencegahan tetanus neonatorum dilakukan dengan memberikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) padaibu hamil. Konsep imunisasi TT adalah life long imunization yaitu pemberian imunisasi imunisasi TT 1 sampai dengan TT 5. Skema life long immunization adalah sebagai berikut:
  1. TT 0, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
  2. TT 1, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
  3. TT 2, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
  4. TT 3, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas satu.
  5. TT 4, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas dua.
  6. TT 5, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas tiga.
Kajian status imunisasi ibu hamil meliputi:
  1. Skrining status imunisasi pada ibu hamil ketika melakukan pengkajian data ibu hamil.
  2. Melengkapi bila belum terlindungi imunisasi TT.
  3. Skrining status imunisasi TT pada calon pengantin.

Pengertian

Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadapinfeksi tetanus (Idanati, 2005). Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006).

Manfaat Imunisasi TT Ibu Hamil

  1. Melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan olehclostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
  2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000).

Jumlah dan Dosis Pemberian Imunisasi TT untuk Ibu Hamil

Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk, 2001), dengan dosis 0,5 cc diinjeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).

Waktu Pemberian Imunisasi TT

Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT 1 dapat diberikan sejak diketahui positif hamil dimana biasanya diberikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI, 2000).

Jarak Pemberian Imunisasi TT

Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal 4 minggu (Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).

Efek Samping Imunisasi TT

Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001). Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak diperlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).
Tempat Pelayanan untuk Mendapatkan Imunisasi TT

Jadwal Imunisasi TT long life
NoTTIntervalLama perlindungan
1ISuntikan pertama4 minggu
2II4 minggu setelah suntikan  pertamabulan
3
III6 bulan setelah suntikan keduatahun
4IVtahun dari suntikan ke -35 tahun
5Vtahun dari suntikan ke -425 tahun
  1. Puskesmas/ puskesmas pembantu
  2. Rumah sakit pemerintah/ swasta
  3. Rumah bersalin
  4. Polindes
  5. Posyandu
  6. Dokter/ bidan praktik (Depkes RI, 2004).
Status Imunisasi Ibu Hamil

T 0               : Bumil yang belum pernah mendapatkan imunisasi TT semasa hidupnya
T 1         : Bumil yang belum mendapatkan imunisasi TT semasa kecilnya namun telah mendapatkan   imunisasi TT satu kali sebelum menikah atau saat kehamilan kurang dari 8 bulan
T 2           :Jiika telah mendapatkan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu atau pada masa balitanya telah memperoleh imunisasi DPT sampai 3 kali
T 3             : Bila telah mendapat dosis TT yang ketiga (interval minimal 6 bulan dari dosis ke-2)
T 4             : Status T4 didapat bila telah mendapatkan 4 dosis (interval min 1 tahun dari dosis ke-3)
T 5             : Status T5 didapatkan bila 5 dosis telah didapat (interval min 1 tahun dari dosis ke 4).


Bila ibu hamil statusnya T0 maka hendaknya mendapatkan minimal 2 dosis (TT1 dan TT2 dengan interval 4 minggu dan bila memungkinkan untuk mendapatkan TT3 sesudah 6 bulan berikutnya). Ibu hamil dengan status T1 diharapkan mendapatkan suntikan TT2 dan bila memungkinkan juga diberikan TT3 dengan interval 6 bulan (bukan 4 minggu/1 bulan). Bagi bumil dengan status T2 maka bisa diberikan satu kali suntikan bila interval suntikan sebelumnya lebih dari 6 bulan. bila statusnya T3 maka suntikan selama hamil cukup sekali dengan jarak minimal 1 tahun dari suntikan sebelumnya. Ibu hamil dengan status T4 pun dapat diberikan sekali suntikan (TT5) bila suntikan terakhir telah lebih dari setahun dan bagi ibu hamil dengan status T5 tidak perlu disuntik TT lagi karena telah mendapatkan kekebalan seumur hidup (25 tahun). Walaupun tidak hamil maka bila wanita usia subur belum mencapai status T5 diharapkan mendapatkan dosis TT hinggga tercapai status T5 dengan interval yang ditentukan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi yang akan dilahirkan dan keuntungan bagi wanita untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap tetanus.

MARI DATANG DAN IMUNISASI....